Welcome to Our Website

Pengertian, Jenis, dan Tujuan TDP

Pengertian, Jenis, dan Tujuan TDP

Greatexpectationsplay –┬áDiketahui bahwa ada banyak orang yang berusaha keras untuk menjadi pengusaha sukses secara massal. Tidak diragukan lagi, berbagai jenis start-up telah bermunculan, menawarkan semua inovasi dan fasilitas yang dimaksudkan untuk menarik perhatian konsumen.

Tetapi tahukah Anda bahwa ketika memulai bisnis sendiri, ada beberapa persetujuan pemerintah yang harus ditangani oleh pemiliknya? Nyatanya, hampir semua entitas atau perusahaan ekonomi yang ada dan beroperasi di Indonesia saat ini harus terdaftar dan diketahui pemerintah.

Proses pendaftaran entitas ekonomi dilakukan dengan menyerahkan dokumen resmi yang disebut ETD. TDP atau Tanda Daftar Perusahaan adalah berkas yang membuktikan bahwa badan ekonomi atau perusahaan yang Anda jalankan terdaftar di pemerintah.

Pengelolaan TDP menjadi tanggung jawab setiap pemilik usaha atau pendiri badan usaha. Sehingga agar proses bisnis di Indonesia berjalan dengan lancar, Anda perlu mengetahui cara menanganinya, jenis dokumen dan fungsi kepemilikannya untuk kegiatan start up jasa backlink.

Apa itu TDP?

Tanda Daftar Usaha atau disingkat TDP adalah dokumen yang menyatakan bahwa pengusaha atau perusahaan telah memenuhi kewajiban untuk mendaftarkan badan usaha. TDP merupakan langkah terakhir yang harus dilakukan pemilik bisnis saat mendirikan bisnis di Indonesia.

Sebelum melakukannya, pemilik unit bisnis harus terlebih dahulu memberikan beberapa dokumen lain. Dokumen tersebut antara lain anggaran dasar perusahaan, NPWP perusahaan, dan izin usaha. Izin teknis perusahaan dapat berupa SIUP, jika bidang usahanya adalah perdagangan, dan IUI, jika bidang kegiatannya industri.

Ada beberapa hal tentang TDP yang perlu didaftarkan oleh perusahaan dan kemudian disetujui oleh instansi pemerintah terkait. Perusahaan wajib memperbarui TDP jika masa berlakunya habis dalam 3 bulan. Dengan begitu, pemerintah masih bisa mengetahui apakah perusahaan atau pedagang tersebut masih beroperasi atau tidak.

Perusahaan atau operator ekonomi yang memiliki tanggung jawab manajemen ETD

Pada dasarnya, semua perusahaan atau badan ekonomi yang berbentuk PT atau perseroan terbatas, koperasi, curriculum vitae, perseroan, perseorangan atau bentuk usaha lainnya wajib mendaftar di ETD. Aturan ini juga berlaku untuk perusahaan asing yang memiliki kantor pusat, cabang, dll di Indonesia.

Kewajiban mendaftarkan perusahaan dalam ETD diatur dalam APK No. 37 / M Tahun 2007. Selain itu, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Kewajiban Perusahaan Registrasi juga mengatur kewajiban perusahaan dalam negeri dalam pengelolaan ETD.

Meskipun sebagian besar perusahaan dan pedagang diharuskan untuk menerapkan skema ini, ada beberapa jenis pedagang yang tidak perlu mengajukan ETD. Program tersebut diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1998 tentang perusahaan atau kegiatan yang tidak diwajibkan untuk mendaftarkan perusahaan.

Umumnya, jenis perusahaan yang tidak perlu mengajukan pendaftaran TDP adalah perusahaan yang beroperasi di luar sektor ekonomi. Perusahaan yang memiliki tujuan selain mengejar keuntungan perusahaan juga termasuk jenis perusahaan yang tidak perlu menjaga dokumen-dokumen tersebut.

Berdasarkan aturan tersebut, jenis perusahaan atau pedagang yang dibebaskan dari kewajiban ETD adalah: Yayasan atau asosiasi.

Pendidikan formal: seperti pendidikan prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah atas, sekolah menengah atas, universitas, perguruan tinggi dan sebagainya. Yang pasti, kegiatan pendidikan formal tidak dilakukan baik dalam bentuk entitas ekonomi yang menghasilkan keuntungan perusahaan.
Pendidikan nonformal berlanjut di bawah naungan pemerintah: mencakup kursus atau kursus yang berkaitan dengan keterampilan rumah. Selama tidak berorientasi profit dan menempuh pendidikan dasar, formal dan nonformal, maka bentuk usaha tidak harus mengurus ETD.